Frekuensi Bunyi dan Tinggi Rendah Nada

Tinggi rendahnya nada suara bergantung pada frekuensi bunyi yang dihasilkan. Bunyi merupakan gelombang yang mempunyai dimensi frekuensi.

Anda harus tahu bahwa frekuensi ini terdapat dua macam jenis diantaranya yaitu nada dan noise.

Apa Itu Frekuensi Bunyi?

apa itu frekuensi bunyi

Sebelumnya, Anda sudah mengetahui bahwa tinggi rendahnya nada suara bergantung pada frekuensi bunyi yang dihasilkan.

Namun, sebagian orang masih kurang memahami tentang frekuensi bunyi. Maka dari itu, Anda wajib mengetahui frekuensi bunyi lebih dalam. Hal ini memang memiliki keterkaitan dengan tinggi nada.

Frekuensi bunyi adalah banyaknya jumlah getaran yang terjadi dalam waktu 1 second. Satuan yang ada pada frekuensi bunyi adalah Hertz. Frekuensi bunyi yang mampu didengar oleh setiap manusia mulai dari 20 hz – 20.000 hz.

Membahas mengenai frekuensi bunyi maka akan memiliki keterkaitan dengan suara serta media untuk menghantarkan komunikasi, layaknya TV, radio, maupun alat-alat komunikasi masa kini.

Frekuensi bunyi memiliki berbagai macam jenis bunyi, apakah Anda sudah tahu dengan hal tersebut?

Inilah jenis-jenis dari frekuensi bunyi, diantaranya sebagai berikut:

Bunyi Infrasonik

Bunyi yang satu ini merupakan bunyi yang tidak dapat terdengar oleh indra pendengaran manusia.

Walaupun begitu, bunyi infrasonik ini mampu didengar oleh beberapa hewan, seperti halnya lumba-lumba, anjing, serta gajah. Anda harus tahu frekuensi dari bunyi infrasonik adalah dibawah 20 hz.

Hal yang harus Anda garis bawahi dari bunyi infrasonik adalah bunyi ini mampu merambat dengan jarak yang cukup jauh, bahkan kemampuan lainnya adalah mampu menghilangkan hambatan tanpa mengurangi besaran dari output frekuensi.

Bunyi Audiosonik

Apakah Anda pernah melihat atau menonton film horor dibioskop? Merasa kaget tidak ketika menonton film tersebut di bioskop?

Mengingat bahwa fil horor begitu mencekam dan menyeramkan, ditambah dengan volume yang cukup keras dibioskop.

Anda harus tahu bahwa volume yang terdapat di dalam bioskop ini tergolong dalam bunyi audiosonik.

Setelah itu, ada sedikitt gambaran yang bisa Anda simpulkan untuk bunyi audiosonik. Apakah Anda mampu mendengar suara bisik-bisik tetangga? Jika Anda merasa tidak mendengar apapun, maka hal ini tidak dikatakan sebagai bunyi audiosonik.

Apakah Anda sudah mendapatkan gambaran dari sample-sample contoh yang diberikan saat ini?

Jadi, audiosonik merupakan bunyi yang mampu untuk didengar oleh telinga. Besaran frekuensi bunyi di sini adalah 20 hz – 20.000 hz.

Bunyi Ultrasonik

Bunyi yang satu ini cukup menarik untuk dibahas. Jadi, bunyi ultrasonik adalah bunyi yang memiliki frekuensi lebih dari 20.000 hz.

Mengingat bahwa telinga manusia hanya mampu menangkap suara dengan frekuensi 20.000 hz, maka bunyi ultrasonik ini tidak dapat didengar oleh manusia.

Namun uniknya ada beberapa hewan yang bisa menangkap bunyi ultrasonik, seperti halnya kelelawar.

Anda harus tahu bahwa bunyi ultrasonik ini mampu menembus benda-benda hambatan dengan tekstur yang padat.

Ada beberapa manfaat bunyi ultrasonik dalam kehidupan medis. Biasanya bunyi ini sangat akurat digunakan dalam mendiagnosa kondisi janin di dalam kandungan ibu hamil. Biasanya hal ini disebut dengan nama USG (Ultrasonografi).

Tidak hanya itu, bunyi ultrasonik ini dapat digunakan untuk mendektesi sesuatu tanpa memberikan efek kerusakan disekitarnya. Bunyi ultasonik kini dapat digunakan untuk mengukur kedalaman laut.  

Apakah Anda sudah paham dengan gambaran umum dari frekuensi bunyi? Menarik sekali bukan pembahasan kali ini? Jika, Anda tertarik untuk belajar lebih dalam lagi Anda dapat mempelajari frekuensi bunyi lebih lanjut melalui buku atau e-book.

Apa Itu Nada?

Membahas tentang frekuensi bunyi, maka tidak akan terlepas dari yang namanya nada. Apa itu nada?

Nada atau biasa disebut sebagai musical note merupakan bunyi yang beraturan dan tersimpan beberapa frekuensi tertentu.

Membahas tentang nada, ada beberapa sifat nada yang harus Anda ketahui. Inilah sifat-sifat nada, diantaranya sebagai berikut:

Intesitas nada

Nada akan berkaitan dengan intesitas nada. Apa itu? Keras maupun lembutnya bunyi yang dihasilkan nada.

Hal ini dipengaruhi oleh yang namanya getaran dan sifatnya cukup relatif. Ketika ada nada yang terdengar begitu besar pada satu ruangan, tidak mungkin terdengar di ruangan lainnya. Bisa juga hal ini akan dipengaruhi oleh pendengaran masing-masing.

Pitch

Apakah Anda tahu dengan yang namanya pitch? Sebelumnya ini adalah sebutan lain untuk tinggi rendahnya suatu nada.

Ketika tinggi rendah suatu nada terasa tepat maka bisa menciptakan bunyi yang begitu baik untuk didengar.

Panjang nada

Lamanya suatu nada yang sudah dibunyikan lebih sering disebut dengan durasi atau panjang nada.

Perhitungan dari panjang nada ini terhitung ketukan dan sifatnya relastis. Kadang ketukan itu bisa panjang atau pendek.

Panjang nada dalam dunia musik juga memiliki pengaturan sendiri untuk waktunya. Bahkan, nada juga memiliki pengaturan besaran yang akan dibunyikan. Apakah Anda sudah paham sampai di sini mengenai panjang nada?

Timbre

Selanjutnya ada warna nada atau timbre. Jadi, hal ini merupakan jenis suara yang dihasilkan. Timbre ini bergantung tterhadap sumber bunyi, baik ittu dimainkan maupun digunakan.

Ketika timbre yang dimiliki unik maka bunyi yang dihasilkan juga menjadi unik ketika didengarkan.

Apa Itu Tinggi Nada dan Hubungannya Dengan Frekuensi?

Setelah Anda mengetahui banyak hal mengenai frekuensi bunyi dan nada, pasti Anda pernah mendengar sebuah fakta tinggi rendahnya nada suara bergantung pada frekuensi.

Apakah Anda sudah mengetahui tinggi nada sebelumnya? Anda akan mendapatkan informasi lebih banyak di sini.

Sebuah teori dalam bermusik, tinggi nada sendiri hampir merujuk pada presepsi atas frekuensi bunyi.

Pada saat ini Anda sudah tahu bukan dengan nada tinggi dan nada rendah? Jadi, tinggi serta rendahnya suatu nada pasti memiliki keterkaitan dengan besar kecil frekuensi bunyi.

Sudah dipaparkan sebelumnya, bahwa manusia hanya mampu mendengar frekuensi bunyi sebesar 20 hz – 20.000 hz yang mana disebut sebagai bunyi audiosonik.

Apa keterikatan antara tinggi rendahnya nada dengan frekuensi bunyi? Sederhananya gini, ketika frekuensi bunyi yang dihasilkan cepat dan besar maka nada yang dihasilkan juga tinggi.

Sedangkanm ketika frekuensi bunyi yang dihasilkan saat ini kecil dan lambat maka nada yang dihasilkan adalah rendah.

Dari sinilah kesimpulan bahwa tinggi nada memiliki hubungan dengan frekuensi bunyi.

Selain itu, Anda harus tahu bahwa keterikatan antara tinggi rendahnya nada dengan frekuensi bunyi, manusia telah berhasil menciptakan yang namanya tangga nada.

Rangkaian tangga nada diantaranya yaitu C (256 hz) – D (256 hz) – E (320 hz) – F (341 hz) – G (384 hz) – A (427 hz) – B (480 hz) – C (512 hz) yang mana telah ditentukan dengan menggunakan frekuensi bunyi tertentu.

Sampai sini sudah paham bukan dengan tinggi rendahnya nada suara bergantung pada frekuensi. Anda bisa mendapatkan informasi lebih lengkap di sini. Semoga dengan penjelasan di sini Anda akan mendapatkan pengetahuan lebih.

Share with love
Default image
admin