Cara Menulis Kutipan yang Tepat dan Benar

Dalam menulis suatu artikel biasanya dibutuhkan sumber rujukan yang dimasukkan di dalam artikel tersebut. Hal ini bertujuan untuk memberikan kekuatan opini yang ada dalam artikel yang ditulis. Biasanya kutipan tersebut diambil dari rujukan-rujukan yang ditulis oleh para ahlinya.

Akan tetapi dalam penulisan kutipan memiliki aturan tersendiri untuk tetap menyertakan penulis dan kalimat yang diutarakan dalam buku rujukan. Ini merupakan suatu kode etik penulisan agar tidak sama dengan melakukan penulisan dengan plagiasi alias menulis ide orang dengan tanpa menyertakan sumbernya.

Hal tersebut tentunya tidak diperbolehkan dalam etika penulisan yang baik dan benar. Oleh sebab itu dibutuhkan bagi anda untuk mengetahui bagaimana Penulisan kutipan dari sumber tertulis yang benar adalah dengan menyertakan penulis dan sumber rujukannya.

Apa itu kutipan?

Sebagian orang mungkin akan merasa asing dengan istilah kutipan, terlebih bagi anda yang belum aktif dalam membaca sebuah karya tulis ilmiah atau sejenisnya. kutipan ini biasanya dimuat untuk menguatkan ide atau gagasan si penulis yang telah ada sebelumnya alias sebagai pendukung ide tersebut.

apa itu kutipan?

Menurut kamus besar bahasa indonesia (KBBI) kutipan memiliki pengertian pengambilan satu atau lebih kalimat dari tulisan orang lain yang bertujuan untuk memberikan ilustrasi atau untuk memperkuat argumen dari tulisan pribadi. Tentunya dengan kaidah penulisan kutipan yang benar.

Sedangkan pengertian kutipan yang diambil dari wikipedia memberikan penjelasan bahwa kutipan merupakan pengulangan satu ekspresi sebagai bagian dari yang lain , terutama jika ekspresi yang dikutip tersebut terkenal atau secara tidak langsung dihubungkan dengan sumber yang asli dan diberi tanda kutip sebagai penyertanya.

Kutipan bisa juga diartikan sebagai kalimat atau paragraf yang bukan berasal dari tulisan sendiri sehingga untuk membuatnya ke dalam tulisan anda dibutuhkan tanda pengutipan tersebut agar tulisan anda tetap memiliki sifat yang orisinil atau karya asli.

Jika menyertakan kutipan atau gagasan orang lain tanpa menyertakan tanda kutipan sebagaimana aturan penulisannya, maka karya tersebut akan diragukan keasliannya atau orisinilitasnya. Dengan demikian karya tersebut bisa dikenakan sanksi karya plagiasi atau bukan karya sendiri.  

Fungsi dari kutipan

Adanya kutipan dalam sebuah tulisan tidak serta merta untuk memenuhi halaman tulisan anda saja, akan tetapi memiliki fungsi yang beragam dan dapat mempengaruhi hasil karya tulisan anda nantinya. Adapun beberapa fungsi dari kutipan tersebut antara lain:

1. Menguatkan fakta yang ada

Jika anda membuat artikel atau tulisan yang berkaitan dengan adanya suatu fakta, penambahan kutipan bisa berfungsi sebagai penguat dari fakta yang telah anda angkat dalam tulisan tersebut.

Misalkan anda membuat tulisan terkait bencana banjir atau gempa bumi, lalu anda menambahkan kutipan dari koran yang memuat informasi terkait berita tersebut dengan disertakan nama koran dan tanggal terbitnya.

Dengan penambahan kutipan berita atau informasi tersebut, maka secara jelas anda menuliskan suatu fakta yang benar dengan didukung oleh adanya berita yang anda kutip dari koran yang memuat informasi terkait bencana banjir tersebut.

2. Sebagai penjelasan tambahan

Fungsi lain dari kutipan adalah untuk memberikan penjelasan tambahan dalam suatu pembhasan yang telah anda tulis dalam artikel atau karya anda.

Untuk memuat kutipan sebagai penjelas ini tentu anda perlu membaca lebih jauh terkait hal yang anda tulis agar tidak salah dalam pemuatan penjelasan tambahan. Dalam artian sejalan dengan pembahasan yang anda tulis sebelumnya.

Misalkan anda menulis tentang macam-macam jenis tumbuhan berdasarkan akarnya, maka anda bisa memberikan kutipan yang membahas terkait nama-nama tumbuhan dengan jenis akar tertentu dari buku yang membahas tentang hal tersebut.

Kunci penulisan kutipan

Bagi anda yang berkutat dengan kutipan tentu akan dengan mudah mengidentifikasi bagaimana cara menentukan kutipan yang tepat. Hal itu karena anda sudah mengetahui hal-hal penting atau kunci dari penulisan kutipan tersebut.

Akan tetapi bagi anda yang masih belajar dalam menentukan kutipan, anda bisa memperhatikan kunci penulisan kutipan agar mudah dipelajari kedepannya. Berikut adalah kunci yang perlu diperhatikan dalam Penulisan kutipan dari sumber tertulis yang benar adalah:

1. Letakkan kalimat kutipan di akhir kalimat

Kunci pertama dalam penulisan kutipan adalah cara peletakannya. Harus anda ingat bahwa penulisan kutipan berada di akhir kalimat di dalam tanda baca. Atau bisa juga menyertakan nama (yang dikutip) di dalam tulisan anda.

Misalkan anda mengutip suatu kalimat begini:

Sistem kekebalan tubuh manusia sangat dipengaruhi oleh pikiran (Albert, 1956).

Jika nama diletakkan dalam kalimat menjadi begini:

Albert (1956) memberikan pernyataan bahwa kekebalan tubuh manusia sangat dipengaruhi oleh pikiran.

2. Perbedaan cara penulisan kutipan

Dalam penulisan kutipan dapat dilakukan dengan beberapa cara yakni bisa menggunakan nama dan tahun tanpa halaman, seperti (Albert, 1956) (Setiawan, 2015).

Penulisan kedua juga bisa menggunakan nama, tahun dan halaman buku yang telah dikutip dengan diberi tanda (:) diantara tahun dan halaman. Seperti (Albert, 1956: 67) atau (Setiawan, 2015: 102)

Cara penulisan kutipan tersebut bisa disesuaikan dengan ketentuan penulisan yang ada dalam aturan penulisan karya anda. Atau juga bisa dipilih salah satu sesuai dengan keinginan anda secara pribadi.

3. Kutipan dengan penulis lebih dari satu (dua penulis atau lebih)

Dalam penulisan kutipan yang ditulis oleh dua orang atau lebih memiliki ketentuan tambahan, yakni dengan menambahkan (&) diantara nama yang dikutip tersebut. Contoh jika penulis yang dikutip berjumlah dua orang yaitu (Anggi & Nasution, 1980) atau (Setiawan & Heru, 1987: 67).

Adapun jika penulisan kutipan lebih dari dua orang menggunakan aturan yang berbeda yakni hanya dengan menuliskan nama pertama yang ada dalam penulis buku tersebut. Misalkan penulis sebelumnya adalah Dimas ST, Eko Prayogo dan Edi maka anda cukup bisa menggunakan nama pertama saja dan diikuti et al.

Misalkan untuk pengutipan dengan nama pengarang tersebut cukup ditulis dengan Dimas ST et al. maka hal tersebut sudah dianggap menyangkut semuanya.

4. Mengutip dari kutipan yang pernah dikutip

Jika anda mengutip dari kutipan yang pernah dikutip sebelumnya maka perlu mencantumkan kedua nama tersebut. Seperti (Anggi, dikutip dalam Eko, 1980)

5. Mengutip dari banyak sumber

Kunci Penulisan kutipan dari sumber tertulis yang benar adalah jika mengutip dari banyak sumber misalkan dua atau lebih harus anda tulis sesuai urutan abjad dan ditulis secara terpisah dengan tambahan tanda (;) seperti: (Anggi, 1966 ; Eko, 1987).

Cara menulis kutipan yang benar

Penulisan kutipan dari sumber tertulis yang benar adalah terdapat dua cara pengutipan yakni:

1. Kutipan langsung

Kutipan langsung ditulis apa adanya sebagaimana dari sumber yang diperoleh berupa parafrase dan diimbuhi dengan nama penulis serta tahun penulisan di bagian akhir kalimat.

2. Kutipan tidak langsung

Kutipan tidak langsung ditulis dengan bahasa sendiri dengan ditambahkan tanda petik diantara kutipan tersebut. Jangan

Share with love
Default image
admin